Suasana Talk Show di Masjid Bustanul ‘Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta.(FOTO:TM/HN)

SURAKARTA(TERASMEDIA.ID)-Jadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pembelajar untuk bekal menghadapi tantangan di masa depan. Di masa yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, sangat membutuhkan masyarakat pembelajar agar mampu menjawab berbagai tantangan.

Bagi para santri dan santriwati teruslah untuk belajar menuntut ilmu, meski di saat proses belajar menemukan berbagai kendala. Karena dengan gigih belajar, lambat laun bisa membentuk bangsa yang lebih baik di masa depan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat menghadiri acara talk show bertema “Indonesia Harmoni dengan Bersholawat” bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Bustanul ‘Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta, Selasa (05/10/2021) malam.

Hadir dalam talk show ini, anggota MPR RI, Eva Yuliana dan diikuti secara daring oleh para santri dari Ponpes AlMuayyad, Ponpes Azzayady dan Seduluran Saklawase Bolone Mbak Eva Sukoharjo.

Di tengah talk show sejumlah hadirin menyampaikan aspirasi terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap kegiatan belajar mengajar di daerahnya.

Antara lain kendala belajar daring, pembiayaan belajar para santri, operasional lembaga pendidikan swasta yang terhambat karena orang tua murid banyak yang tidak mampu lagi membayar biaya pendidikan.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang juga anggota Komisi X DPR RI ini, mengungkapkan jika pandemi sudah bisa dikendalikan, pembelajaran tatap muka(PTM) baru bisa dimulai kembali.

Untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendidik putra-putrinya di rumah, Lestari Moerdijat yang biasa dipanggil Rerie ini, menawarkan, tutorial bahan ajar secara daring.

Sedangkan untuk membantu pendanaan pendidikan yang menjadi hambatan sejumlah keluarga pascapandemi, Rerie berencana, mengajak sejumlah pihak swasta agar bisa ikut memberi bantuan.

Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaff berpesan kepada semua hadirin, bahwa hidup di dunia ini untuk mencari ridho Allah dan terus mendoakan bangsa ini agar di masa depan lebih baik daripada masa lalu.

“Kita harus menjadi manusia-manusia yang mendoakan bangsa ke depan menjadi bangsa yang lebih beradab menuju Indonesia hebat, Indonesia kuat dan Indonesia nikmat,” ujar Habib Syech.

Habib Syech berharap agar pendidikan adab dan akhlak diajarkan kembali di sekolah untuk membentuk bangsa yang lebih baik di masa datang.

Menurut Habib Syech, Indonesia di masa depan harus menjadi bangsa yang kuat lewat kolaborasi semua elemen bangsa, seperti antara lain politisi, TNI/Polri, wartawan, termasuk kaum perempuan.

Indonesia, menurut Habib Syech, bisa menjadi negara yang hebat bila di setiap keluarga ada perempuan yang hebat.(HN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini