Suasana Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda “Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021”, di Ruang Paripurna setempat.(FOTO:TM/Likwi)

KENDAL(TERASMEDIA.ID)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Kendal, mengelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda “Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021”, di Ruang Paripurna setempat, Senin(15/08/2021).

Hadir pada acara ini, Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Dandim 0715/ Kendal Letkol Inf Iman Widhiarto, Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto, Ketua DPRD Kendal Moh Makmun dan sejumlah angota DPRD lainnya yang berjumlah sekitar 13 orang.

Sekitar 15 menit, mereka mendengarkan acara tersebut dengan khidmat.

“Saya apresiasi para anggota MPR RI dengan program empat pilarnya, yang terus konsisten memperkokoh idiologi pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,”kata Presiden RI Joko Widodo dalam pidatonya.

Agenda MPR untuk mengkaji substansi dan bentuk hukum pokok- pokok haluan negara, menurut Presiden RI Joko Widodo, juga perlu diapresiasi untuk melandasi pembangunan Indonesia yang melahirkan lintas kepemimpinan.

Menghadapi pandemi yang membutuhkan penanganan yang luar biasa, DPR RI bersama pemerintah juga, telah bekerja keras dan bersinergi untuk membangun pondasi hukum bagi penanganan Covid-19.

Selain penanganan masalah kesehatan, Joko Widodo mengaku bahwa, DPR bersama pemerintah, berhasil menyelesaikan undang- undang cipta kerja, yang merupakan omnibus law pertama di Indonesia, yang manjadi pilar utama reformasi struktural di negara kita.

Selain itu dengan berbagai macam inovasi, DPR RI terus melakukan penjaringan aspirasi masyarakat dan menjalankan pengawasan terhadap pelaksanaan program- program pemerintah.

DPD RI juga terlibat aktif dalam pembahasan rancangan undang- undang. Termasuk terkait dengan kebijakan anggaran serta melakukan pengawasan utamanya terhadap pelayanan publik dan pelaksanaan undang- undang tentang desa.

“Peran ini memberikan kontribusi dalam kecepatan penanganan pandemi Covid-19 dan sekaligus dalam perbaikan- perbaikan pemerintah daerah kedepan,”ujar Joko Widodo.

Ditengah kebutuhan pemerintah untuk bertindak cepat, menyelamatkan masyarakat dari pandemi Covid-19, peran pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI juga telah dilakukan beberapa banyak penyesuaian.

Joko Widodo juga menyatakan, situasi pandemi bukanlah situasi normal, dan tidak bisa diperiksa dengan standar situasi normal. Yang utama adalah menyelamatkan rakyat, menyelamatkan rakyat adalah hukum tertinggi dalam bernegara.

“Inovasi BPK,untuk mewujudkan akuntabilitas untuk semua di negara kita patut untuk dihargai. Saya mengapresiasi, upaya – upaya BPK untuk memberikan informasi semua pemeriksaan agar ditindaklanjuti oleh pemerintah baik di pusat maupun di daerah,”ucap Joko Widodo.

Walaupun di era pandemi Covid-19, kecepatan kerja dalam pelayanan peradilan juga tidak bisa ditunda, bahkan harus dipercepat. Proses, administrasi dan persidangan perkara di Mahkamah Agung(MA), secara elektronik telah mampu mempercepat penanganan perkara.

Bahkan dengan adanya aplikasi peradilan elektronik telah mempermudah dan meningkatkan jumlah perkara, yang dibawa ke pengadilan.

Demikian pula halnya dengan Mahkamah Konstitusi(MK) yang juga menggelar persidangan melalui daring, munculnya banyak permohonan keadilan yang terkait dengan undang- undang, telah membuat MK mampu menyelesaikan perkara tepat waktu.

Keberadaan sistim peradilan berbasis elektronik, telah memfasilitasi, terselenggaranya layanan publik, secara cepat transparan dan akuntabel.

“Komisi Yudisial(KY) juga harus tetap produktif di era pandemi, baik dalam seleksi calon hakim agung, menangani laporan masyarakat, pemantauan perkara persidangan, serta pelanggaran kode etik hakim,”pinta Joko Widodo.

Dengan kerja keras dan inovatif yang dilakukan, Komisi Yudisial telah berhasil meningkatkan kinerja di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Pandemi telah mengingatkan kepada kita untuk peduli kepada sesama. Penyakit yang diderita oleh seseorang akan menjadi penyakit bagi semuanya. Penyelesaian pribadi tidak akan pernah menjadi solusi. Penyelesaian bersama menjadi satu- satunya cara untuk menyelesaikan,”papar Joko Widodo.

Untuk itu, Presiden RI Joko Widodo meminta untuk memegang teguh, nilai- nilai toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, Gotong Royong, dan Pancasila dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

“Kita lewati ujian pandemi, dan ujian – ujian lainnya, dengan usaha yang teguh disertai doa dan pengharapan yang tulus, jaga kesehatan kita, disiplin diri dalam protokol kesehatan, saling membantu serta saling menjaga. Saya juga menyadari adanya kepenatan, kejenuhan, kelelahan, kesedihan, dan kesusahan selama pandemi Covid-19 ini,”imbuh Joko Widodo.

Sementara itu, Ketua DPRD Kendal, Moh Makmun, sebelum menutup Rapat Paripurna Istimewa ini mengatakan, apa yang disampaikan oleh Joko Widodo dalam pidatonya, akan dijadikan pedoman yang baik dalam mengambil kebijakan di bidang pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan, khususnya selaku penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Kendal.

“Kami berharap, semua untuk tetap waspada, dan menjaga kesehatan agar lepas dari bahaya penyebaran Covid-19 yang belum kunjung usai ini,”harapnya.(Likwi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini