Anggota Komisi X DPR RI, Dede Yusuf melihat kondisi lapotop yang dinyalakan salah seorang siswi SMP.(Foto:TM/ Istw)

KENDAL(TERASMEDIA.ID)-Sejumlah anggota Komisi X DPR RI bidang pendidikan melakukan kunjungan kerja spesifik ke beberapa tempat di Kabupaten Kendal, Kamis(16/11/2023).

Rombongan berjumlah sekitar 10 orang ini, pertama berkunjung ke SD Tanjungmojo 1 Kangkung. Kemudian sekitar pukul 10. 40 WIB, mereka melakukan kunjungan ke SMP 1 Kangkung, untuk menampung informasi terkait bantuan laptop yang diberikan oleh Kemendikbud pada tahun 2021 silam.

Sekitar pukul 12. 30 WIB, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan seremonial ke Pendopo Tumenggung Bahurekso untuk menyampaikan hasil dari kunjungan tersebut, namun entah mengapa, sekitar pukul 14.45 WIB, acara tersebut batal dilakukan dengan alasan yang tidak jelas.

Namun dari informasi yang berkembang, ada sejumlah anggota Komisi X DPR RI mempunyai jadwal kunjungan yang berbeda, sehingga acara seremonial “Kunjungan Spesifik Bidang Pendidikan Komisi X DPR RI” di Pendopo Tumenggung Bahurekso batal.

Salah satu anggota Komisi X DPR RI, yakni Dede Yusuf mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Kendal, dalam rangka pengawasan terhadap teknologi informasi dan komunikasi(TIK) termasuk di dalamnya memantau keberadaan laptop yang diberikan oleh Kemendikbud ke sekolah-sekolah di Kabupaten Kendal.

“Intinya adalah, kami melakukan kunjungan ingin tahu apakah laptop yang sejak tahun 2021 2022 yang diturunkan kepada hampir lebih dari 200 ribu sekolah di Kendal sudah termanfaatkan atau belum. Tadi sudah kami temukan di lapangan, dulu laptop awalnya memang hanya dipakai untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer(ANBK), tetapi kemudian ada kebijakan bahwa jika hanya dipakai ANBK saja, berarti hanya setahun sekali digunakan, maka perlu didorong untuk penggunaan para siswa,”papar Dede Yusuf.

Menurut Dede Yusuf, setelah pihaknya berbincang dengan sejumlah guru dan murid, banyak siswa SD dan SMP menggunakan dengan tidak ada kendala.

“Jadi mereka bisa memanfaatkan. Tadi saya juga tanya kepada Kepala Dinas dan kepada Pak Bupati, apakah sistemnya, internetnya, termasuk listriknya, ada kendala,? Mereka menyampaikan belum ada kendala atau belum ada hambatan. Malah mereka minta tambah karena jumlahnya kurang,”ungkap Dede.

Dede menyampaikan bahwa setelah melakukan kunjungan di lapangan, ternyata TIK yang salah satu itemnya adalah laptop, sangat bermanfaat bagi sekolah- sekolah, terlepas soal di tempat lain terdapat temuan.

“Nanti kami akan mendalami temuan yang lain, tapi yang jelas tadi Pak Bupati Dico sudah menyampaikan sejauh ini bermanfaat sekali buat sekolah-sekolah, karena masih banyak siswa yang memang belum pernah memegang laptop,”kata Dede.

Dede mengaku, memang di wilayah tertentu atau seperti di pegunungan, black spot masih ada, sehingga laptop secanggih apapun juga mungkin tidak akan berfungsi dengan baik.

Namun lanjut Dede, Kabupaten Kendal atau wilayah Pantura, black spotnya tidak terlalu signifikan, sehingga tidak banyak kendala.

“Sejauh ini, kami belum menerima laporan adanya kendala terkait laptop, namun dari laporan kepala sekolah dan lain-lain, alhamdulillah sejauh ini masih dalam keadaan bagus,”ujarnya.

Salah satu siswi SMP 1 Kangkung, Lestari mengatakan, laptop sekolahan yang ia gunakan selama ini tidak ada kendala, termasuk saat ia menyalakan laptopnya.

“Masih lancar. Belum pernah lemot, hang bahkan mati, pokoknya masih lancar,”katanya.(Likwi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini