Kades Kebonagung mengenakan baju batik dengan peci warna hitam, membelakangi lensa, sesaat setelah keluar dari ruang bupati.(FOTO:TM/Likwi)

KENDAL(TERASMEDIA.ID)-Dengan didampingi ketua Paguyuban Kades Kendal, Abdul Malik dan salah seorang Kades lain, Kades Kebonagung Kecamatan Ngampel, Widodo, melakukan audiensi dengan Bupati Kendal Dico M Ganinduto di ruang kerja bupati, Jumat(03/09/2021) siang.

Tak lebih dari 15 menit, mereka keluar dari ruangan bupati dengan didampingi sekretaris Bapermasdes Sudaryanto. Kades Kebonagung, Widodo langsung berjalan menuju ke mobilnya yang ada di tempat parkir tanpa mengeluarkan sepatah katapun, meski sejumlah wartawan menanyainya.

“Tadi bupati bilang, bahwa kasus yang menimpa Kades Kebonagung Ngampel, Widodo, biar berjalan sesuai dengan aturan. Kedepan, semua permasalahan biar jelas dan menjadi pelajaran,”kata Ketua Paguyuban Kendal, Abdul Malik, di hadapan sejumlah wartawan.

Abdul Malik mengaku, setelah berbincang dengan bupati terkait masalah Kades Kebonagung, justru bupati meminta anggota Paguyuban Kades Kendal, untuk bisa menjadi Satgas Covid-19 pada acara pelantikan pengurus Paguyuban Kades yang bakal digelar pada beberapa hari kedepan.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto, yang hendak dimintai keterangan terkait audiensi yang dilakukan Kades Kebonagung ini, enggan memberi komentar.

Perlu diketahui, Kades Kebonagung, Widodo, berurusan dengan polisi, atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi dalam pentas musik dangdut pada malam agustusan 2021, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di Desa Kebonagung Kecamatan Ngampel.

Polisi kini sudah meminta keterangan dari saksi ahli,untuk menentukan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Kades Kebonagung, Widodo. Tidak hanya itu, polisi juga meminta saksi ahli bahasa serta kesehatan terkat hasil pemeriksaan swab PCR warga.(Likwi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini